Waktu Yang Kurang Tepat Digunakan Untuk Terapi Bekam

Otsukare Blog - Bekam merupakan terapi atau pengobatan alternatif yang mana cara kerja terapi bekam adalah dengan mengeluarkan darah kotor yang ada di tubuh kita. Bekam menggunakan alat semacam mangkuk-mangkuk kecil yang disedot udarah di dalamnya sehingga menarik kulit. Umumnya, terapi bekam diletakkan pada beberapa titik yang ada di punggung.


Terapi bekam memang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa bekam dapat mengurangi kadar kolesterol, gula darah, dan mengobati penyakit lainnya. Dibalik Manfaat bekam yang begitu besar, bekam tidak bisa dilakukan kapan saja. Ada beberapa waktu yang sebaiknya tidak dilakukan terapi bekam. Mengetahui waktu-waktu yang tidak tepat digunakan untuk bekam sangat berguna agar kita bisa memnghindari suatu hal yang tidak diinginkan.

Nah, kapan waktu-waktu yang sebaiknya tidak dilakukan terapi bekam? Yuk simak penjelasan di bawah ini:

1.  Saat tubuh lemah
Pembaca yang budiman, sebaiknya kita tidak melakukan terapi bekam saat tubuh kita terasa lemah atau kurang fit. Jika kita memaksa bekam saat tubuh kurang fit, dikhawatirkan justru kondisi tubuh akan semakin memburuk. Perlu diketahui bahwa seseorang yang hendak bekam harus memiliki tekanan darah minimal 80 mmHg.

2.  Ibu Hamil
Bagi ibu hamil terutama yang baru memasuki trimester pertama sebaiknya tidak melakukan terapi bekam dulu. Proses terapi bekam ditakutkan akan mengganggu perkembangan janin. Selain itu, sang ibu dimungkinkan akan merasa sangat lemas pasca bekam.

3.  Waita haid dan nifas
Seperti yang kita tahu, bahwa bekam merupakan terapi dengan mengeluarkan darah dari dalam tubuh. Sedang kondisi wanita yang haid dan nifas sama-sama mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Jika memaksa bekam, dalam kondisi tersebut sangat memungkinkan akan membuat tubuh menjadi drop.

4.  Kondisi lapar atau kenyang
Pasien yang hendak melakukan terapi bekam sebaiknya harus dalam kondisi yang stabil, tidak lapar juga tidak kenyang. Dikeluarkannya darah dalam tubuh, otomatis mengeluarkan energi-energi yang terkandung di dalamnya, dan hal ini akan berdampak negatif pada pasien yang lapar. Pun bagi pasien yang kekenyangan akan membuat tubuhnya tidak stabil pasca bekam.

Selain beberapa waktu di atas, ada kondisi yang sebaiknya seseorang tidak melakukan bekam seperti penderita ulserasi atau penyakit kulit yang parah dan seseorang yang baru saja melakukan donor darah.

Sebagai tambahan, setelah bekam alangkah baiknya kita makan secukupnya dan perbanyak minum. Selain itu, sangat ditekankan untuk tidak mandi setelah bekam. Setidaknya berikan jarak sekitar 3 jam setelah bekam, dan mandilah dengan menggunakan air hangat.

Semoga bermanfaat ^_^
First


EmoticonEmoticon